Sabtu, 03 Desember 2011

teknik kawin suntik dengan hormon ovaprim

teknik kawin suntik derngan hormon ovaprim
PENDAHULUAN
1.1Latar belakang
Salah satu komoditas perikanan yang cukup populer di masyarakat adalah lele dumbo (Clarias gariepinus).Ikan ini berasal dari Benua Afrika dan pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1984.Karena memiliki berbagai kelebihan, menyebabkan, lele dumbo termasuk ikan yang paling mudah diterima masyarakat.Kelebihan tersebut diantaranya adalah pertumbuhannya cepat, memiliki kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan yang tinggi, rasanya enak dan kandungan gizinya cukup tinggi.Maka tak heran, apabila minat masyarakat untuk membudidayakan lele dumbo sangat besar.
Pada awal perkembangannya, tahun 1985 sd 1988, lele dumbo merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sangat mahal harganya, terutama yang berukuran benih. Hal ini disebabkan karena pada waktu itu penyebarannya masih langka. Namun setelah penyebarannya meluas, harganya mulai menurun dan pada akhirnya mencapai kondisi harga normal yang tidak jauh berbeda dengan harga jenis ikan air tawar lainnya.
Dengan kondisi harga normal seperti sekarang ternyata usaha budidaya ikan lele dumbo ini masih menguntungkan, baik untuk tahap usaha pembenihan maupun pembesaran.Oleh karena itu masih layak dan perlu dibudidayakan.
Terlebih-lebih dengan adanya kemudahan dalam pembudidayaannya seperti teknologi yang tidak terlalu sulit, tidak memerlukan lahan yang luas serta tidak memerlukan air yang melimpah.
Kali ini disajikan petunjuk praktis mengenai teknik pemijahan lele dumbo melalui penyuntikan.
Pemijahan
Pemijahan ikan lele dumbo dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu :
1.     Secara Alami
Pemijahan secara alami adalah pemijahan yang dilakukan di alam terbuka sesuai dengan sifat hidupnya tanpa perlakuan dan bantuan manusia.

2.     Secara Disuntik Dengan Kelenjar Hipofisa
Penyuntikan dengan kelenjar hipofisa adalah pemijahan yang dilakukan dengan bantuan atau penanganan manusia melalui pemberian kelenjar hormon hipofisa pada recipient (penerima) yang berguna untuk melancarkan proses kematangan gonad, sehingga mempercepat proses jalannya pemijahan ikan tersebut.

1.2    Tujuan
1. Dapat mengetahui proses pembenihan ikan lele dumbo secara intensif.
2     Dapat mengetahui proses menuju pembesaran ikan lele dumbo secara intensif.
3.     Untuk mengetahu permasalahan yang timbul dalam usaha pembenihan hingga
pembesaran lele dumbo.
4.     Untuk mengetahui cara pemecahan masalah yang timbul dalam usaha pembenihan dengan  pembesaran lele dumbo.


v Manfaat

Adapun manfaat nya adalah :
1. Memberikan masukan dalam proses wirausaha dari usaha pembenihan dan
pembesaran ikan lele dumbo.
2. Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai permasalahan dalam usaha
pembenihan hingga pembesaran ikan lele dumbo.
3. Memberikan informasi yang tepat sasaran kepada masyarakat mengenai cara penanggulangan dari masalah-masalah yang timbul dalam usaha pembenihan hingga pembesaran lele dumbo.
4. Mengaplikasikan bentuk usaha pembenihan dan pembesaran lele dumbo dengan baik
dan benar kelak dalam masyarakat.
1.3waktu dan tempat
kegiatan ini di laksanakan selama 6 minggu pada hari selasa tepat nya di kampus SMKN 1 MUNDU CIREBON laboratorium budidaya ikan  ,kegiatan penyuntikan di laksanakan pada malam hari ,sekitar pukul 11.00 WIB dan  02.00 WIB , dan kegian striping biasanya di lakukan pada pukul 09.00 WIB dan  12.00 WIB



BAB 2
Alat  dan Bahan
2.1 Alat dan bahan
J Alat                                                                
J Seser                                                             
J aquarium
J selang                       
J batu aerasi
J baskom
J jarum suntik           
J ember                                                                       
J mangkok
J kain lap                                                                    
J timbangan
J gunting                     
J pisau
J bahan ; induk jantan dan induk betina , NACL ,aquabidest, ovaprim( suntikan hormone ),air ,artemia,cacing .

BAB 3
PEMBAHASAN
3.1 Kegiatan yang di laksanakan
1.     Pesiapan wadah
Persiapan wadah adalah langkah awal yang harus di tempuh .wadah yang di gunakan dalam pemijahan buatan teknik kawin suntik yaitu aquarium ( sebagai kolam penetasan )
, koalm induk .waktu pelaksanaan persiapan wadah yaitu sebelum pengisian air.adapun alat alat dan bahan yang di gunakan untuk persiapan wadah adalah sebagai berikut :
A.     Alat                                                   
J 2 aquarium                                     
J Tempat induk
J Aerator
J Ember
J Gayung
J Mangkok
J Sponds
B.        Bahan
J Air ,detergen , metilin blue ( mb )
C.     Langkah langkah dalam persiapan wadah :
1.     Aquarium ,di cuci dengan menggunakan spons yang telah di beri detergen keseluruh bagian aquarium .
2.     Aquarium, di bilas dengan air hingga bersih ,samapi bau .sabun hilang ( tidak berbau sabun lagi).
3.     Aquarium di isi air setinggi 20 cm .
4.     Aerator di pasang pada aquarium .
5.     Wadah siap di gunakan .

2.     Seleksi induk
Seleksi induk biasanya di lakukan yaitu guna mendapatkan induk jantan yang siap untuk di pijahkan ( induk yang sudah matang gonad .
Adapun ciri ciri induk yang sudah matang gonad yaitu
v Induk jantan
·        Umur 12 sampai 18 bulan
·        Berat 0,50– 0,75 kg.
·        Kelamin menonjol .
·        Perut ramping
Adapun ciri ciri yang sudah matang gonad yaitu
·        Gerakan nya lincah ,tubuh memerah dan bercahaya
·        Punya 1 lubang kelamin memanjang,kemerah merahan ,agak membengkak ,dan berbintik putih .
·        Sehat.
v Induk betina
·        Umur 12 sampai 18 bulan .
·        Berat  0,70 sampai 1,0 kg.
·        Perut buncit dan lembek
·        Fekunditas telur 20.000/ 30.000 butir/kg
·        Diameter telur 1,1 – 1,4 mm
Adapun ciri  - ciri yang sudah matang gonad yaitu
·        Perut gendut dan tubuh agak kusam .
·        Gerakan lamban dan punya 2 lubang kelamin
·        Satu lubang telur satu lubang kencing
·        Alat kelamin kemerah merahan dan agak membengkak
·        Sehat .

3.     Penyuntikan
Penyuntikan adalah kegiatan memasukan hormone kedalam tubuh induk betina ,hormone perangsang yang di gunakan adalah ovaprim .
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan penyuntikan yaitu
A.    Alat
1.     Spuit / jarum suntik .
2.     Seser.
3.     Kain lap .
B.     Bahan                             
1.     Ovaprim
2.     Aquabidest
3.     Induk betina
Adapun langkah langkah dalam kegiatan penyuntikan ini adalah
1.     Induk betina yang sudah matang gonad kemudian di ambil pada wadah dengan menggunakan seser.
2.     Induk di timbang guna mengetahui berat  induk .
3.     Kepala induk d tutupi dengan kain lap , yang bertujuan agar induk tidak sterz.
4.     Kemudian ovaprim di  ambil dengan menggunakan jarum suntik sebanyak 0,2 / 0,1 ml dan di tambahkan dengan aquabidest sebanyak 0,3/0,4 ml
5.     Spuit atau jarum suntik yang berisi ovaprim dan aquabidest di kocok agar ovaprim dan aquabidest tercampur merata, kemudian gelembung udara yang terdapat pada spuit di buang dengan cara di  sentil sentilkan
6.     Setelah itu suntikan pada tubuh induk betina , penyuntikan di lakukan pada punggung atau intra moscullar dengan memasukan jarum suntik pada kemiringan 45 derajat.
7.     Jangka waktu penyuntikan induk betina sampai dapat di striping yitu kurang lebih 10 jam .
Dosis ovaprim untuk berat induk betina dan jantan <700 gram adalah 0,1 ml
Sedangkan untuk berta induk jantan dan betina > 700 gram adalah 0,2 ml
4.     Striping
Striping adalah kegiatanmengurtut perut induk betina agar telur keluar kearah lubang gental .pemeriksaan dilakukan setelah 8 jam dari penyuntikan ,apabila telur belum dapat di ovulasi maka pemeriksaan di lakukan 2 jam kemudian .
Adapun alat dan bahan yang di gunakan dalam kegiatanb striping adalah sebagai berikut
1.     Alat
·        Timbangan
·        Seser                               
·        Kain lap
·        Mangkok           
·        Tissue
2.     Bahan
·        Induk betina  yang sudah di  suntik
Adapun langkah langkah dalam kegiatan striping yaitu
1.     Induk betina yang telah d suntik selama kurang lebih 10 – 8 jam di ambil dari wadah dengan menggunakan seser ,usahakan jangan sampai terjatuh .
2.     Kemudian kepala induk d tutupin dengna kain lap ,agar induk tidak strez.
3.     Posisi kepala induk betina d himpit oleh sikut dan tangan kanan memegang ekor, sedangkan tangan kiri mengurut perut induk betina
4.     Perut induk betina d urut secara perlahan dari perut ke arah lubang genital .
5.     Kemudian telur di tampung pada mangkok .
6.     Ikan di striping sampai mengeluarkan darah,apabila ikan sudah mngeluarkan darah berati  ikan sudah tidak bisa di striping lagi .
7.     Setelah itu induk yang sudah di striping di timbang,tujuannya untuk mengetahui banyaknya telur yang di keluarkan oleh induk .
5.     Pengambilan sperma dan pembuatan larutan sperma .
A.    Pengambilan sperma
Umumnya tidak dapat di striping karena kantung sperma berbentuk spiral sahingga pengambila sperma perlu di lakukan npembedahan ,untu mempermudah pekerjaan induk lele,sebaiknya d bunuh terlebih dahulu .
Adapun langkah langkah pengambilan sperma yaitu
1.     Sediakan alat : gunting ,tissue, lap , pisau ,mangkok dan bahannya : induk jantan yang sudah matang gonad , nacl ,.
2.     Induk jantan di ambil dengan menggunakan seser .
3.     Potong secra vertical tepat di belakang tutup insang .
4.     Keluarkan darahnya gunting perutnya mulai dari anus hingga belakang insang .
5.     Buang organ lain di dalam perut .
6.     Ambil kantung sperma.
7.     Bersihkan kantung sperma dengan menggunakan tissue hingga kering
8.     Hancurkan kantung sperma dengan cara menggunting bagian yang paling banyak .
9.     Peras sepermanya agar keluar,dan campurkan dengan nacl .
B.     Pembuatan larutan seperma .
C.     Sperma yang berhasil di keluarkan oleh induk jantan perlu di encerkan .
Adapun langkah langkah pengenceran sperma yaitu
1.     Siapkan wadah yang seperti mangkok / baskom yang kering ,dan bersih .
2.     Gunting kantung sperma hingga sperma keluar dan mencair  dengan sendirinya .
3.     Encaerkan sperma dengan larutan NACL .

6.     pembuahan atau pencampuran
pembuahan atau proses pencampuran sperma dengan telur ,dilakukan dengan cara telur yang ada di baskom kemudian di campur dengan sperma yang telah di siapkan ,kemudian di tambahkan NACL lagi secukupnya .kemudian wadah di goyangkan secara perlahan ,agar telor dapat di buahi.
Pembuahan adalah proses bertemunya inti telur dengan sel sperma dalam kegiatan kegiata kawin suntik ,pembuahan di lakukan denagn cara buatan yait pertemuan antara sel sperma dan telur terjadi dalam mangkok ,walaupun sperma mengandung berjuta juta sel sperma tetapi yang dapat membuahi inti telur hanyalah satu sel saja .
Adapun cara pembilasan yang baik yaitu
1.     sel telur dan sel sperma yang sudah di satukan di bilas dengan menggunakan air sebanyak kurang lebih 3 kali pembilasan
2.     setelah sel telur bersih dari sperma selanjutnya dilakukan proses penebaran .
7.     penghitungan fekunditas
fekuntidas adalah banyak nya jumlah telur yang di hasilkan dari induk betina dala 1 kali ovulasi .
A .alat
1.     Tissue untuk alas telur pada saat di timbang .
2.     Timbangan digital untuk menimbang telur/
B.bahan
Telur lele yang sudah di striping
Adapun langkah kerjanya yaitu
1.     Tissue di timbang kemudian di kali brasikan ke angka 0 .
2.     Telur di amvbil sedikit demi sdikit dengan tissue yang telah di timbang .
3.     Telur di timbang beserta tissue.
4.     Setelah iti d catat dan hitung jumlah telurnya .
8.     Penebaran telur.
Penebarab telur di lakukan pada siang hari , telur yang telah terbuahi di dalam mangkok segera di tebar ke dalam wadah penetasan dapat berupa aquarium ,bak plastic maupun bak yang terbuat dari semen .
Adapun langkah langkah penebaran yaitu
1.     Telur yang sudah di bilas dapat langsung di tebar di dalam aquarium secara merata ,penebarab di usahakabn jangan sampai menggumpul,karena akan mengganggu proses oksigenasi telur.
2.     Jika telur mengummpul, dapat di kibaskan dngan jari – jari tangan secara searah sampai rata .
9.     Penetasan telur dan perkembangan telur .
Telur ikan lele yang sudah di buahi lewat pencampuran selanjutnya dapat d tebar pada aquarium untuk di tetaskan .air yang di gunakan untuk menetaskan telur adalah air yang bersih dan  jernih atau air yangf sudah d aierator selama kurang lebih  jam ,guna menghindari senyawa beracun yang ada di dalam air ,penetasan telur  juga membutuhkan kandungan oksigen yang cukup tinggi, peningkatan kadungan oksigen dapat di lakukan dengan cara menmbah aerator/ aerasi .telur biasanya menetas setela 8 – 10 jam dari penebaran ,dengan suhu optimal 29 – 30  derajat celcius .
A.    Proses perkembangan telur
·        Telur yang di buahi mengalami pembelahan secara miosis.
·        Penutupan morula menjadi lebar dan menyatu dengan sisi telur
·        Terjadi penutupan blastopore
·        Dan mengalami glastulass dan terjadi organogenetis .
10.                        Penanganan larva
Telur yang sudah menetas yang di namaka dengan larva ,di pelihara atau di biarkan berada di bak penetasan selama beberapa hari , agar kelangsungan hidup larva tetap tinggi maka,di lakukan pengawasan air media penetasan larva biasanya bergerombol dan berada pada sudut bak penetasan pada hari ke 2 sampai ke tiga larva sudah mulai berenang dan berwarna hitam . larva yang sudah mulai berenag aktiv kemudian dapat di pindahkan pada bak pemeliharaan larva lainya.
Adapun langkah langkah pemeliharaan larva
1.     Wadah pemeliharaan larva di siapakan .
2.      Larva yang sudah menetas di pisahkanv dengan cara di sipon atau di saring secara perlahan .
3.     Kemudian larva yang sudah di sipon di pindahkan ke aquarium yang baru .
B.     Hasil yang di peroleh
a.     Hasil praktek 1 : berhasil
Menetas : ya
Prosentase :90  % ( bagus )
b.     Hasil praktek 2 : berhasil
Menetas : ya
Prosentase :80  % (baik )
c.      Hasil praktek 3 : berhasil
Menetas : ya
Prosentase : 60 % ( cukup )
d.     P Hasil praktek 4 : berhasil
Menetas : ya
Prosentase :70  % (baik)
e.     Hasil praktek 5 : berhasil
Menetas : ya
Prosentase :50  % (cukup )
f.       Hasil praktek 6 : berhasil
Menetas : ya
Prosentase :70  % (baik )



BAB 4
PENUTUP
A.    K esimpulan
a.     Pembenihan ikan lele dombo ternyata tidak mudah dan tidak gampang ,asalkan mau belajar ,tentang ilmu pembenihan lele .
b.     Kegagalan pada pembenihan ikan lele biasanya terjadi pada :
1.     Induk
Induk yang belum matang gonat ,induk yang besar belum berarti dapat menghasilkan telor yang banyak ,induk yang berukuran besar belum tentu induk yang sudah matang gonad.
2.     Proses penyuntikan yang salah /  tidak benar sehingga larutan. menggumpal dan menyebabkan benjolah pada ikan yang di suntik.
3.     Striping yang tidak hati- hati sehingga menyebabkan luka pada ikan dan menyebkan pendarahan
4.     Proses penebaran yang tidak benar sehingga telor menumpuk dan mati .
5.     Proses pembuahan dan pembilasan yang tidak benar.
6.     Bercampurnya telor dengan darah .
Masih Banyak sekali kegagalan yang sering di temukan dalam pembenihan ikan lele .
B.     Saran
1.     Apabila dalam pelaksaan praktek gagal maka kita tidak boleh putus asa ,terus mencoba dan mencoba sampai menemukan ilmu dari pembenihan lele dombo.
2.     Kegagalan adalah guru yang paling baik .
3.     Masing masing anggota harus bertanggung jawab pada kewajibannya  masing masing.
4.     Kerja sama yang baik merupakan faktor keberhasilan pembenihan lele dumbo






1 komentar: